Memang ada budaya pesta (arak) dalam masyarakat Melayu


Naim Al-Kalantani

TONGKAT Warrant atau Usman Awang dalam sajaknya bertajuk “Melayu” ada menggambarkan Melayu itu dengan “budi bahasanya tidak terkira.”

Kehalusan budi orang Melayu, pekerti yang sentiasa bagai resmi padi, santun dan lemah gemalai si Melayu itu rupanya ada hal yang masih ingin disorokkan sejarahnya.


Bermula July 2018, akses bagi laporan penuh hanya untuk anda yang melanggan. Daftar sekarang dan nikmati satu (1) minggu akses percuma!

Langgan sekarang!



Daftar atau log masuk di sini untuk komen.


Komen