Nyawa wartawan terancam di Afghanistan


Kejadian bom berani mati yang semakin meningkat di Afghanistan menyaksikan korban di kalangan wartawan yang bertugas di tempat kejadian.– Gambar EPA, 21 September, 2018.

BEBERAPA saat setelah pemberita warganegara Afghanistan Samim Faramarz menyelesaikan laporan secara langsung serangan berani mati di Kabul, sebuah kereta meletup mengakibatkan beliau dan jurukamera Ramiz Ahmadi terkorban.

Teman sejawatannya di Tolo News tidak dapat menahan air mata ketika mereka melaporkan kematian Samim.

Kematian wartawan itu telah menghangatkan debat mengenai operasi dan tugas yang dijalankan wartawan di tempat merbahaya di Afghanistan.

Kematian Samim dan Ahmadi pada 5 September lalu menambah jumlah korban di kalangan wartawan Afghanistan kepada 14 orang tahun ini, menjadikan negara itu menjadi negara paling membahayakan nyawa kepada wartawan.

Antara yang terkorban adalah 13 orang wartawan- angka tertinggi korban di Afghanistan pada tahun pertama peperangan bermula.– AFP, 21 September, 2018.

Berita penuh di sini.


Daftar atau log masuk di sini untuk komen.


Komen