HARI Pers Nasional (HPN) yang dirasmikan Presiden Joko Widodo di Banjarmasin, Kalimantan hari ini menghimpunkan lebih 5,000 pengamal media dari seluruh Indonesia.
Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Indonesia, Asro Kamal Rokan berkata, program dari 6 hingga 10 Februari itu, yang mendapat komitmen penuh pemerintah, para pengamal media tahun ini turut disertai penyertaan swasta, tokoh korporat dan akademik, duta duta luar di Indonesia dan penyertaan rakyat setempat.
“Sambutan HPN diadakan setiap tahun. Tuan rumah HPN akan mendapat banyak limpahan manfaat. Pertama, presiden Indonesia rasmikan HPN dan turut melakukan lawatan kerja ke provinsi berkaitan, dan secara tradisinya sentiasa mengumumkan projek-projek pembangunan untuk penduduk provinsi itu.
“Kedua, kehadiran tokoh tokoh korporat, liputan media dan program HPN menjana sumber pendapatan yang besar kepada provinsi terbabit,” katanya yang juga Anggota Dewan Kehormat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
HPN 2020 dianjurkan bersama pengamal media di Indonesia yang terdiri daripada PWI, Dewan Pers Indonesia, Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI).
Turut hadir pada sambutan dari 6 hingga esok itu, Naib Presiden Iswami Malaysia Zakaria Abdul Wahab.
Industri media di Indonesia bermula pada 1937 menerusi penubuhan agensi berita Antara pada 13 Disember 1937 dan sebagai penghargaan kepada media, tanggal 9 Februari diumumkan sebagai Hari Pers Nasional pada tahun 1985 oleh presiden Indonesia ketika itu, Soeharto. – Bernama, 8 Februari, 2020.
Komen