Insiden Charlottesville bukan salah satu pihak, kata Trump


Kenyataan terbaru Presiden Amerika Syarikat, Donald Trump mengenai insiden di Charlottesville terus mencetuskan kontroversi apabila seolah-olah mempertahankan kumpulan sumpremasi kulit putih. – Gambar EPA, 16 Ogos, 2017.

PRESIDEN Amerika Syarikat, Donald Trump terus mencetuskan kontroversi apabila mengatakan insiden di Charlottesville adalah kesalahan “kedua belah pihak”.

Presiden yang semalam mengecam tindakan perkauman dan mengatakan Ku Klux Klan dan neo-Nazi sebagai “penjenayah dan samseng” itu, kini turut menyalahkan kelompok “alt-left” bagi kejadian hujung minggu lalu.

Trump sejak beberapa hari ini berdepan kritikan atas reaksinya terhadap insiden pada Sabtu yang menyaksikan perhimpunan neo-Nazi dan supremasi kulit putih untuk membantah usaha mengalihkan sebuah patung pejuang Perang Konfiderasi negara itu yang kemudiannya bertukar ganas dengan pertempuran dan demonstrasi balas.

Kekecohan ganas itu berakhir dengan pertumpahan darah ketika seorang pesimpati Nazi yang berusia 20 tahun, James Fields, merempuh penunjuk perasaan anti perkauman dengan keretanya, menyebabkan seorang wanita maut dan 19 yang lain cedera.

Dalam wawancara dengan wartawan di Trump Tower di New York, Trump menjelaskan pada Selasa beliau bosan apabila berterusan disoal mengenai isu itu.
“Saya rasa ada kesalahan di kedua-dua belah pihak,” kata Trump.

“Kita ada satu kumpulan di satu sisi yang jahat, dan satu kumpulan di sisi lain yang juga sangat ganas. Dan tiada siapa mahu mengatakannya, tetapi saya akan mengatakannya sekarang,” tambah Trump.

“Bagaimana dengan ‘alt-left’ yang didakwa… seperti yang anda katakan, ‘alt-right’? Adakah mereka tidak mempunyai langsung kesalahan? (...) Terdapat dua sisi cerita.”

Komen Trump segera disambut oleh David Duke, mantan pemimpin Ku Klux Klan dan tokoh penting pada perhimpunan Sabtu lalu.

“Terima kasih Presiden Trump atas kejujuran dan keberanian anda untuk memberitahu kebenaran tentang #Charlottesville dan mengutuk pengganas kiri,” tweet Duke.

Tetapi di pihak kiri politik, kata-kata presiden itu disambut dengan kemarahan.

“Keganasan Charlottesville didorong oleh satu pihak: kumpulan supremasi kulit putih yang menyebarkan perkauman, intoleransi dan intimidasi. Itu adalah fakta,” kata Tim Kaine, bekas calon presiden Demokratik dan senator dari Virginia.

Senator Demokrat lain, Mark Warner, menulis: “Tiada kata.”

LeBron James tweeted: “Kebencian sentiasa wujud di Amerika. Ya, kita tahu tetapi Donald Trump hanya menjadikannya begitu bergaya sekali lagi!” – AFP, 16, Ogos, 2017.

MENYUSUL LAGI


Daftar atau log masuk di sini untuk komen.


Komen